ciri-ciri anak hiperaktif
ciri-ciri anak hiperaktif

Ayo Mengenal Ciri-ciri Anak Hiperaktif Sejak Dini

Posted on

Orang tua ingin anaknya lahir dengan selamat dan juga normal, baik secara fisiknya maupun mentalnya. Tapi bagaimana jika kenyataannya kalau anak mereka mengalami ketidaknormalan. Ketika orang tua menghadapi kondisi anak yang seperti ini sangat tidak mudah. Seperti halnya dengan gejala hiperaktif yang sering terjadi pada anak.

Gejala hiperaktif merupakan gangguan dari perkembangan otak yang tidak normal. Yang dapat membuat pertumbuhan anak menjadi tidak seperti biasanya. Awalnya gangguan ini tidak kelihatan di usia batita, baru bisa di pastikan pada saat mau masuk sekolah atau di antara usia 4-5 tahun.

Mengenal Anak Hiperaktif
Mengenal Anak Hiperaktif

Maka dari itu, sebaiknya orang tua mempunyai pengetahuan mengenai gejala yang rawan terjadi pada anak di usia dini. Dengan demikian itu sebelum hal tersebut terjadi, sebaiknya para orang tua supaya membekali diri salah satunya adalah membaca buku anak hiperaktif.

Dengan buku ini orang tua dapat memahami dan juga mengerti apa itu hiperaktif dan juga gangguan konsentrasi. Dan bagaimana cara menghadapi itu. Sehingga jika anaknya mengalami gangguan seperti itu, orang tua langsung tanggap dan bisa memberikan langkah yang tepat.

Ciri Anak Hiperaktif
Ciri Anak Hiperaktif

Tapi masih banyak orang tua yang masih belum faham tentang gejala gangguan tersebut. Dan melakukan kesalahan di dalam menilai perkembanan anak. Misalnya, dengan terburu-buru menjuluki anaknya sebagai anak nakal. Sikap seperti inilah yang akan menambah perkembangan jiwanya dan fisiknya. Padahal perilaku anak seperti ini bukan kemauan anak. Tapi mengalami gangguan pada syaraf dan juga otaknya.

Mengenal Anak Hiperaktif
Mengenal Anak Hiperaktif

Memang sulit untuk membedakan anak yang mengalami gangguan dan anak yang tidak mengalami gangguan. Dasarnya balita yang sangat aktif itu wajar. Di usia inilah anak-anak sedang giatnya untuk mengeksplorasi lingkungannya. Di dalam usia itu balita berada di fase otonomi atupun mencari rasa yang puas supaya bisa melalui aktifitas geraknya. Lain dengan dia yang terlalu aktif ataupun hiperaktif.

Dengan adanya buku anak hiperaktif, cara cerdas untuk menghadapi anak hiperaktif. Orang tua tidak perlu cemas jika mengalami kesulitan lagi supaya bisa mengenal anak yang hiperaktif sejak di usia dini. Dapat di amati secara umum bahwa ciri anak hiperaktif merupakan kecenderungan yang selalu mengganggu teman, kemampuan akademiknya tidak optimal, tidak bisa diam, ceroboh di dalam hubungan sosial, mengalami kesulitan konsentrasi di dalam belajarnya dan suka melanggar tata tertib secara implusif. Kemungkinan besar ciri seperti ini dapat mewarnai berbagai macam situasi dan juga dapat berlanjut sampai dewasa jika tidak langsung di obati.

Mengenal Ciri Anak yang Hiperaktif
Mengenal Ciri Anak yang Hiperaktif

Secara luas, gangguan ini di kenal masyarakat sebagai turunan dari ADHD. Jika gangguan ini tidak di obati, maka akan menimbulkan hambatan untuk menyesuaikan perilaku sosial  dan juga kemampuan akademik di lingkungan rumah ataupun sekolah. Yang menjadikan perkembangan anak ini jadi tidak optimal.

Mengenai itu, buku ini cocok di jadikan untuk panduan buat orang tua supaya bisa mengenali lebih dini dari gangguan itu. Karena dasarnya penanganan anak yang menderita hiperaktif dalam bentuk terapi perilakunya ataupun obat itu tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika tidak di bantu dengan sikap orang tuanya. Dengan sikap kasih sayang dan juga perhatian yang lebih, bisa memahami kondisi anak dengan gagguan yang di alami.

ciri-ciri anak hiperaktif
ciri-ciri anak hiperaktif

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

  1. Ketika di usia bayi, anak sering menangis terus dan teriak atau tangisan yang keras.
  2. Mempunyai pola tidurnya yang tidak teratur. Sering terbangun di waktu tidur, jika tidur dalam waktu sementara.
  3. Sering mengeluh karena sakit perut karena makan yang susah.
  4. Lebih aktif di bandingkan dengan anak autis, cenderung anak autis yang lebih diam.
  5. Tidak menyuki suara yang berisik.
  6. Mudah marah, dan ketika sedang marah, dia menunjukkan tingkah laku yang aneh.
  7. Sering sekali mengeluarkan air liur di ujung bibir dan juga sering sekali merasa kehausan.
  8. Tingkah lakunya yang aneh, seperti mengetokkan kepalanya ke tembok.
  9. Sering sekali melakukan kecerobohan atau kesalahan yang manimbulkan kecelakaan yang kecil.
  10. Sering merasa gelisah yang tidak menentu, lalu duduk dan terdiam tapi tidak lama.
  11. mempunyai sifat yang agresif.
  12. Tidak mampu untuk berkonsentrasi sehingga tiak mampu untuk menyelesaikan hal yang sebelumya sedang di lakukan.
  13. Sulit untuk menenangkan dirinya dan bersikap berlebihan dengan hal yang kecil yang terjadi pada anak tersebut.
  14. Anak hiperaktif kadang lambat untuk berbicara dan ada juga anak hiperaktif yang selalu bicara.
  15. Mempunyai kesehatan yang buruk, seperti infeksi pada telinga sehingga anak ini tidak mendengar panggilan dari orang lain.
  16. Mempunyai syifat phobia atau ketakutan yang tidak ada alasannya.

Sampai sekarang ini belum di temukan pengobatan untuk anak hiperaktif. Pada umumnya anak hiperaktif cuma menjalani terapi pada otak. Tapi terkadang hasilnya belum memuaskan. Perlu juga mendapatkan dukungan yang penuh, terapi dan juga pengobatan harus di jalani sepanjang waktu, supaya menunjukkan hasil yang baik. Faktor dari orang tua, faktor dari psikolog, lingkungan maupun dokter terapi yang merupakan faktor terpenting dalam mendukung untuk menyembuhkan anak hiperaktif dan juga setidaknya membantu anak dalam mengurangi kebiasaan yang buruk, tingkah laku yang aneh yang sulit di mengerti.

Selain terapi untuk penyembuhan anak hiperaktif, di perlukan juga pengobatan intensif yang lainnya utuk mendukung dan juga mempercepat proses pemulihan kondisi anak hiperaktif. Salah satunya adalah dengan cara alami yang bisa membantu di dalam proses penyembuhan anak hiperaktif yang di mulai dari pemulihan kembali syaraf otak pada anak. Dan juga mengembalikan daya konsentrasi pada anak juga mengembalika otak motorik dan sensormotorik pada anak.

Faktor penyebab Hiperaktif

1. Faktor Neurologik

Faktor ini di sebabkan oleh insiden hiperaktif yang tinggi yang di dapatkan pada bayi yang baru lahir yang mempunyai masalah prenatal seperti lama proses persalinan. Di sisi lain, faktor bayi yang baru lahir dengan berat badan yang rendah, ibu terlalu muda, ibu yang suka merokok dan suka minum alkohol. Perkembangan otak yang lambat. Faktor dari etiologi dalam bidang neuralogi yang kini masih banyak di anut ialah terjadi disfungsi di dalam salah satu neurotransmitter yang terjadi di otak yang berupa depamin. Beberapa study yang menunjukkan yang terjadi gangguan perfusi darah di daerah tertentu.

2. Faktor Toksik

Zat makanan yang di dalamnya mengandung bahan kimia dan makanan yang bisa menyebabkan alergi pada anak dan dapat mempengaruhi pungsi otaknya anak. Makanan yang mengandung kafein juga bisa mengganggu otak anak. Bahan dari makanan yang mengandung pewarna makanan juga bisa mengganggu otak anak dan juga suplay makanan yang dapat menyebabkan alergi.

3. Faktor Genetik

Sudah di dapatkan korlai yang tinggi dari kasus hiperaktif yag sering terjadi pada keluarga dengan anak yang hiperaktif. Sekitar dari 25-35% dari orang tua dan juga saudara yang pada masa kecilnya hiperaktif yang akan menurun pada anak.

4. Faktor Psokososial dan Lingkungan

Lingkungan keluarga yang sangat tidak mendukung perkembangan sosial pada anak juga bisa menjadi penyebab anak hiperaktif, seperti suasana dalam rumah yang tidak hangat, perilakunya juga akan sesuai dengan apa saja yang di pelajari di rumah. Tayangan dalam televisi juga akan menyebabkan rentangnya perhatian anak menjadi pendek karena di dalam televisi menyediakan tayangan informasi dan juga hiburan dengan cara terpotong-potong, dan juga sering sekali orang melakukan sesuatu pada saat menonton televisi.

Masalah Anak Hiperaktif

1. Masalah di Sekolah

Masalah di sekolah adalah tidak mampu untuk mengikuti pelajaran dengan baik yang di sampaikan oleh guru. Tidak bisa konsentrasi sehingga tidak dapat menyerap materi yang di pelajari secara keseluruhan, ingin cepat menyelesaikan tugas bila ada tugas dari sekolah, kecendrungan dengan berbicara tinggi yang akan mengganggu anak dan teman yang diajak berbicara sehingga para guru menyangka bahwa anak ini tidak memperhatikan pelajaran.

2. Masalah di rumah

Anak yang dipandang nakal dan juga tidak jarang mengalami penolakan dari keluarganya dan juga teman-temannya, sehingga orang tua sering memperlakukan anakya secara kurang baik, orang tua banyak mengontrol anaknya, penuh pengawasan dari orang tua, banyak mengkritik anaknya, bahkan memberi hukuman saat dia salah, sehingga terjadi ketegangan di antara keduanya, akhirnya anak dan orang tua bisa menjadi stress dan situasi rumah juga menjadi kurang nyaman, dan anak menjadi lebih mudah frustasi.

Dengan berbagai macam masalah yang dihadapi oleh anak tersebut bisa menyebabkan kegagalan bersosialisasi dimana-mana, sehingga dapat menumbuhkan konsep diri yang negatif, maka akan merasa bahwa dirinya itu buruk, selalu gagal dalam menjalani apapun, tidak mampu dan ditolak.

Sudah semestinya anak yang hiperaktif mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan anak-anak yang normal. Ada beberapa hal yang dilakukan oleh para orang tua dan juga guru untuk membantu anak memecahkan masalah atau bisa mengurangi gangguan pada anak hiperaktif.

Berkaitan dengan pengaturan makanan si anak, di dalam tulisan lain memberikan pertimbangan yang dapat diperhatikan oleh para orang tua, yaitu dengan meminimalisir pemberian makanan pada anak yang mengandung zat aditif, memilih makanan pokok yang sangat bergizi, dan tidak menyebabkan alergi pada tubuh, menjamin kecukupan nutrisi pada anak, serta memantau asupan makanan pada anak.

Gravatar Image
Gadis kota yang sedang mencari ilmu, jauh dari tempat asalnya demi mandapatkan ilmu dunia dan akhirot, bercita-cita ingin menjadi pengusaha yang sukses, dan ingin membanggakan kedua orang tua.

Leave a Reply