Mengenal Pasangan Sejati Soekarno Hatta

Posted on

Jika kita menyebukan nama Soekarno, pasti kita akan menambahkan kata Hatta sesudahnya. Keduanya itu seperti pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Orang mengibaratkan Soekarno tanpa Hatta itu seperti mobil tanpa ban, ya nggak bakal ada gunanya. Sehingga orang akan lebih mengenal mereka dengan nama panggilan tersebut.

Asal kalian tau mereka bisa saling kenal bukan melalui sekolah/institusi atau saat lagi ngobrol pas kebetulan lagi ngantri, lalu tukar nomor hp. Mereka bisa bertemu karena sebelumnya mereka berdebat argumentsi perang kata dalam berbagai tulisan. Meskipun kelihatannya pendapat mereka berbeda tapi ekspresi mereka tetap sama yaitu anti penindasan. Hatta berpendapat “Pendidikan rakyat dulu, baru merdeka” namun soekarno membantah “Merdeka dulu baru pendidikan, Jalan Bung Hatta itu akan tercapainya nanti kalau hari kiamat”, tambah soekarno memberi alasan. Gambaran dari soekarno, kabur dulu dari penjara. Urusan pakai baju atau tidak, mau lari kemana, setelah itu makannya apa, itu urusan nomor 16. Yang penting, kabur dulu (merdeka).

Soekarno dan Hatta pertama kali bertemu di Bandung. Dengan diantar oleh seorang nasionalis dan juga kawan dari Soekarno tahun 1933. Di saat itu mereka sedang panas-panasna berperang melawan penindasan dengan adu argument. Pertemuan itulah yang membuat mereka berada dalam satu kapal namun berbeda pemandangan. Soekarn memandang ke kanan dan Hatta memandang ke kiri. Namun perahu tetap bergerak ke depan menuju kebebasan bangsa.

Soekarno dan Hatta saling memerlukan satu sama lain. Ketika soekarno kembali dari pengasingan i Bengkulu tahun 1942. tidak ada yang menjemput Soekarno di sebuah pelabuhan kapal kayu di Jakarta. Namun berkat bantuan seorang nelayan akhirnya Soekarno bisa minta tolong dianggilkan Anwar Tjokroaminoto, selain itu Soekarno juga minta dipanggilkan Hatta untuk menjemputnya.
Dan bahkan ketika Jumat pagi tanggal 17 Agustus 1945, soekarno yang dalam kedaan demam dan berbaring di kamarnya, soekarno hanya menunggu Hatta untuk memulai pembacaan teks proklamasi.

Soekarno dan hatta itu seperti koin yang memiliki dua sisi. Meskipun satu tetapi berbeda. Fakta bahwa mereka berdua sebenarnya bertenangan sudah diketahui oleh banyak kalangan. bahkan Soekarno sendiripun sering mengungkapkannya,” Hatta itu sering tidak seirama denganku” Perkataan Soekarno mengenai sahabatnya Hatta. Perbedaan yang kian lam kian menjadi itu akhirnya berbuah dengan pengunduran diri Hatta sebagai wakil presiden Indonesia pada tahun 1956. Meskipun begitu sebenarnya Hatta menyukai Soekarno dia lebih senang bisa membantu dan menemani Soekarno, ketika ibu kota pindah ke Jogjakarta Hatta mau menemani Soekarno ke Jogja meninggalkan Sutan Syahrir sendiri di Jakarta.

Sejak mundurnya Hatta, soekarno berjuang sendirian. Tak ada lagi orang yang menjadi “second opinionnya”. Dan sebab itu juga mengantarkan Soekarno ke akhir dari kekuasaannya. Meskipun begiutu terkadang Hatta tetapmemberikan kritik kepada teman lamanya itu kritik yang santun nmun tegas yang akan membimbing soekarno pada idealisme yang pernah mereka bangun berdua itu. Meskipu n begitu mereka tetap berkawan baik, mereka bisa membedakan mana urusan politik mana urusan pribadi.

Soekarno tetap menghormati Hatta, meski tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Soekarno tetap memerintahkan pengawal kepresidenan untuk menjaga hatta dan keluarganya.

Bila Hatta sakit soekarno pasti akan membesuknya dan begitu pula Hatta, saat Soekarno sudah tak berdaya Hatta lah yang menggantikan posisi soekarno dalam acara-acara keluarganya. Dan Hatta juga membela Soekarno mati-matian setelah meninggalnya Soekarno. Jika ada pemutar balikan sejarah yang biasa dilakukan “sejarawan pesanan” yang mencoba mengapus nama Soekarno dalam berbagai sejarah Indonesia. Dan bahkan Hatta pernah menulis kesaksian alibi sejarah di atas kertas yang bermaterai, hanya untuk membela sahabatnya itu.

Dan akhirnya sepeninggal mereka berdua, pemerintah memberikan julukan yang unik bagi mereka berdua yaitu Bapak Proklamator Indonesia. Dan uniknya lagi julkan itu diberikan 41 tahun setelah Indonesia merdeka, Wow mungkin pemerintah sebelum itu sedng sibuk dengan urusan-urusan lain yang lebih penting,Banyak orang bilang seperti itu.

Begitulah kisah tentang persahabatan dua orang yang bisa bersatu meski memiliki banyak perbedaan. Mereka berdua ibarat siang dan malam meskipun beda tapi tetap sama-sama berguna.

Gravatar Image
Hanyalah seorang remaja biasa yang tidak tampan, rupawan, apalagi menawan. Memperjuangkan impian-impian yang suatu hari nanti akan menjadi sebuah kenyataan. Mempelajari banyak hal untuk merangkai masa depan. Masa depan yang bahagia bersama keluarga kecil yang sederhana.

Leave a Reply