Stop Pornografi
Stop Pornografi

Stop Pornografi! Ternyata Pornografi Merusak Otak

Posted on

Pornografi banyak menimbulkan dampak buruk bagi seseorang, seperti kejahatan seksual, penyimpangan seksual, kecanduan pornografi, dan lain-lain. Kejahatan seksual akhir-akhir ini marak terjadi pada anak-anak. Mungkin masih segar di ingatan anda, kasus seorang gadis yang bernama Yuyun yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 pemuda. Para penjahat seksual bahkan mengajari korban mereka untuk melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Contohnya seperti seorang kakek dari  Banjar yang mengaku telah menyodomi 24 bocah SD, kakek ini juga mengajari korbannya untuk menyodomi temannya. Akhir-akhir yang mengejutkan adalah terbongkarnya kasus prostitusi online khusus gay yang ada di Bali, yang paling membuat miris lagi korbannya adalah anak-anak di bawah umur. Mereka dijual oleh mucikari pada para turis gay domestic dan mancanegara.

Selain kejahatan seksual yang semakin menjadi-jadi, pornografi juga berdampak buruk pada otak. Kerusakan otak akibat pornografi bahkan lebih parah daripada narkoba. Pornografi yang terpapar pada otak anak dan remaja harus segera diatasi, karna kalau tidak, akan menimbulkan kerusakan otak permanen. Menurut seorang pakar adiksi pornografi dari Amerika Serikat, otak terbagi menjadi dua bagian yaitu PFC (Pre Frontal Conteks/bagian otak depan), dan emosi reaktif (bagian tengah otak). Pada bagian PFC, otak berfungsi untuk mengontrol konsekuensi, untuk berpikir ke depan, kecerdasan dan rasa peduli terhadap orang lain. sedangkan otak tengah bekerja untuk melindungi diri dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senag dan tidak peduli pada orang lain. Pada otak anak dan remaja, otak tengahlah yang berkembang lebih cepat, oleh karna itu pornografi pada anak sangat berbahaya karna PFC belum berkembang dengan sempurna.

Setiap kali mata melihat konten porno, sel-sel otak akan mulai rusak dan hanya akan ada sampah di otak anak tersebut. Akibatnya PFC akan semakin mengecil dan otak tengah akan semakin membesar. Akibat lainnya adalah anak akan susah konsentrasi, mudah lupa dengan apa yang telah dilakukan, bahkan mengalami kerusakan otak permanen. Seseorang yang dimasa mudanya sering melihat konten pornografi, sebelum menginjak usia tua dia sudah mengalami pikun.

Anak atau remaja yang sudah terlanjur kecanduan pornografi, akan sangat susah untuk menghapus ingatan pornografi dari otak mereka. Karna ingatan itu sudah ada sejak otak mereka masih berkembang. Iingatan-ingatan itu bisa sedikit demi sedikit terhapus dengan hal-hal positif. Karna dengan mengerjakan hal-hal positif, mereka akan mulai lupa dengan ingatan pornografi mereka. Kalau anak-anak atau remaja pecandu pornografi dibiarkan saja, maka pornografi akan selalu ada dalam memori mereka dan menjadi permanen.

Mengingat bahayanya dampak dari pornografi terhadap anak dan remaja, anda para orang tua seharusnya senantiasa selalu mengawasi anak-anak anda, selalu cek gadget mereka, ketahui dengan siapa saja mereka bergaul, dan selalu perhatikan anak anda agar selalu bersifat terbuka pada anda.

Gravatar Image
Nama saya Fatka Safina Aulia Fanesta, biasa dipanggil Fatka. Saya lahir di tengah keluarga yang biasa-biasa saja, namun saya bercita-cita menjadi seorang filmmaker yang terkenal. Bekerja keras, terus mencari peluang, dan selalu berusaha mencintai pekerjaan adalah motto saya.

Leave a Reply