Mencintai
Sabar Namun Nyesek, Ikhlas Namun Nangis, Rela Namun Rindu, Sayang Namun Disakiti

Sabar Namun Nyesek, Ikhlas Namun Nangis, Rela Namun Rindu, Sayang Namun Disakiti

Posted on

Keadaan yang paling menyakitkan waktu mencintai seseorang merupakan waktu kita mengetahui apakah harus pergi atau memilih untuk bertahan walaupun itu menyakitkan. Bertahan terus mendapatkan rasa  sakit, ingin meninggalkannya saja sangatlah berat atau bahkan tidak bisa, bukan.

Waktu memutuskan untuk pergi, dia malah membuat kita merasa sangatlah berarti untuknya dan sangatlah dibutuhkan. Namun, ketika memutuskan untuk kembali dia malah kembali menghancurkan dengan cara yang sama, kan.

Sebab Cinta aku bisa selalu sabar dengan sikap dan juga perlakuanmu namun sungguh nyesek rasanya.

Hati tidaklah bisa bohong jika sakit rasanya lalai terus di perlaukan semaumu, datangnya hanya waktu butuh, pergi kalau sudah tidak lagi membutuhkannya. Akan tetapi, sudah terlanjur cinta gimana lagi meskipun nyesek masih tetap di paksa-paksakan untuk selalu tetap bersama.

Ingin mengikhlaskanmu saja namun hati ini tidak dapat berbohong jika rasanya sangatlah berat.

Mencintai
Ingin mengikhlaskanmu saja namun hati ini tidak dapat berbohong jika rasanya sangatlah berat.

Kadang waktu terlalu sakit untuk ditahan, tidaklah bisa bersabar, ingin pergi saja menjauh dari dirinya, namun entah mengapa hati ini yang biasanya ingin menangis dan juga memakinya terasa sangatlah berat untuk menjauh darinya.

Ingin merelakannya tapi hati tidaklah bisa berhenti untuk tidak merindukannya kalau tidak melihat dan mendengar kabarnya.

Dan entah mengapa ketika ingin mengikhlaskannya hati sudah terasa menyakitkan terlebih dahulu sebelum benar-benar melangkah menjauh untuk melupakannya. Hati tak bisa berhenti untuk tak peduli lagi, selalu saja takut kalau tidak mendengar kabarnya ataupun melihatnya.

Menjauh saja rasanya tidak sanggup. Namun aku tau semakin lama  aku didekatnya maka aku akan semakin cinta padanya.

Rasanya benar-benar tak sanggup jika menjauh darinya meskipun selalu disakiti, akan tetapi aku tahu sebenarnya jika terus-menerus di dekatnya itu hanya akan membuatku semakin mencintainya, semakin mendalam dan juga semakin menyakitkan.

Entah mana yang lebih sakitnya lagi kehilangan dirinya atau terus-terusan akan menyabari sikapnya.

Yang mana lebih sakitnya antara memilih kehilangannya atau lebih memilih tetap bertahan terus menyabari sikapnya walaupun itu terasa menyakitkan benar-benar tak bisa di prediksikan, sekalipun aku itu tau akan lebih menyakitkannya lagi kalau tetap memilih untuk bertahan, aku dengan bodohnya memutuskan untuk tetap bertahan, kan.

Lelah rasanya, namun setiap aku ingin pergi hatiku selalu meminta untuk berjuang lagi. Dan logikanya berkata “Masak Cuma Segini”. So, aku kembali lagi untuk mencintainya.

Untuk anda yang dicintai seseorang janganlah menyianyiakan cintanya, walaupun dia bagi anda bukan tipe anda, coba besikaplah yang baik dan jangan sampai menyakiti hatinya karena dia sudah berjuang untuk anda. Dan untuk anda yang sudah memiliki ikatan atau hubungan, jangan pernah menyakiti satu sama lain atau jika dia sangat mencintai anda dan anda sudah tidak lagi dan dia tau kalau anda sudah tidak mencintainya, maka dia berusaha bagaimana agar anda bisa mencintainya lagi dan anda tidak mersponnya, jangan seperti itu ya. Hargailah orang yang mencintaimu karena hal sekecilpun yang diberikan olehnya itu akan anda rindukan waktu anda sedang sendiri. Jangan sia-siakan cinta.

 

Gravatar Image
Saya orangnya enggak suka terlalu cerewet. Suka menulis, ,membaca paling suka membaca tentang motivasi. Saya sering diajak curhat. Salah satu dari cita-cita saya ingin menjadi pengusaha muda yang sukses, dan tentunya ingin membahagiakan kedua orang tua. ingin lebih tau tentang saya.. ajak ngobrol atau temui saya.

One thought on “Sabar Namun Nyesek, Ikhlas Namun Nangis, Rela Namun Rindu, Sayang Namun Disakiti

Leave a Reply