Cinta Sejati Bukanlah Cinta yang Tumbuh dengan Berpacaran, Melainkan Cinta yang Tumbuh dengan Syariat Islam Didalamnya

Posted on

Sejatinya pacaran itu tidak special, tidak nikmat dan tidak dianjurkan didalam islam. Akhir akhir ini banyak anak muda yang sangat bertentangan dengan anjuran agama, mereka melakukan pacaran yang jelas tidak ada dalilnya didalam agama, semua mereka lakukan tanpa berifkir panjang, apa yang akan mereka dapatkan jika berpacaran? Bukannya sudah jelas, bahwa lawan jenis tidak boleh berduaan, apalagi melakukan hal yang tidak belum pantas untuk dilakukan. Coba lihat gaya berpacaran remaja sekarang yang sudah melewati batas dan selalu menggunakan nafsu ketika berpacaran akan membuat mereka semakin lepas dari ajaran ajaran islam.

Seperti apa berpacaran dalam pandangan islam?

Seperti apa pacaran dalam islam?

Hukum islam mengatakan bahwa pacaran itu dilarang, berduaan saja tidak boleh apalagi berpacaran? Pacaran saat ini sangatlah bebas dan semakin terbuka, apalagi ditambah dengan banyaknya budaya asing yang masuk kedalam negara ini, membuat mereka semakin memiliki banyak gaya dalam berpacaran, apakah mereka tidak takut atas balasan yang sudah mereka lakukan selama ini? mungkin sebagian dari mereka juga berfikir seperti itu, tapi jika mereka sudah bertemu dengan kekasihnya mereka akan melupakan itu semua dan kembali berfikir yang enak enak saja, itu semua adalah hasutan dari setan. Coba pikirkan, berduaan itu menentang agama dan nanti yang ketiga adalah iblis, oleh karena itu mereka yang berduaan pasti tak hanya duduk saja, hal inilah yang menjadi dasar bahwa gaya berpacaran anak remaja sekarang sangat kelewat batas.

Ta’aruf proses pendekatan didalam islam

Pernahkah kalian mendengar istilah ta’aruf? Ini adalah proses pendekatan lawan jenis didalam islam yang memiliki sangat banyak aturan dan batasan. Inilah beberapa batasan taaruf didalam islam :

  1. Taaruf, tidak mengarahkan pada zina

Dengan mentaati segala aturan didalam taaruf, pasti kalian lebih terhindar dari segala zina yang sudah menjadi hal biasa oleh remaja sekarang, seperti bergandengan tangan, berciuman, berduaan dan lainnya.

  1. Taaruf, dilarang berduaan dengan lawan jenis

Didalam taaruf, kalian dilarang untuk berduaan dengan lawan jenis kalian yang belum muhrim, sebab berduaan akan mendatangkan nafsu dari diri kalian dan menjadikan semua hal menjadi halal dibawah panduan setan.

  1. Taaruf, dilarang menyentuh yang bukan muhrimnya

Apakah kalian sudah tau batasan saudara yang masih muhrim dengan anda? cobalah pelajari hal ini dengan ustadz atau ustadzah didaerah tempat tinggal anda. sudah menjadi sebuah hukum didalam agama islam, bahwa perempuan dengan laki-laki yang tidak memiliki hubungan darah muhrim adalah haram untuk dipegang.

  1. Taaruf, bagi wanita menutup aurot adalah sebuah kewajiban

Wanita memang diciptakan sebagai mahluk yang memiliki paling banyak bagian aurot, wanita yang harus benar benar menjaga aurotnya dengan lawan jenis yang bukan mahromnya. Wanita sangat dilarang untuk memperlihatkan aurotnya sedikitpun pada lawan jenisnya kecuali mahromnya, wanita juga dilarang memakai baju ketat yang dapat mendatangkan zina mata dan minyak wangi yang baunya sangat semerbak.

  1. Menjaga pandangan mata

Percaya atau tidak, bahwa saling memandang lawan jenis yang bukan mahromnya sudah termasuk dengan zina mata dan akan menimbulkan nafsu lawan jenis, sebab mata adalah kunci dari hati.

Memang, cinta adalah hal yang biasa dirasakan oleh manusia, sebab manusia sendiri juga hadir melalui cinta dan hidup dengan cinta, karena cintalah hidup manusia lebih terjaga. So, wajar saja jika kalian mencintai lawan jenis kalian, namun jangan pernah sekalipun menyalakan cinta anda dengan berpacaran, cobalah untuk menyalurkan cinta anda menuju hal hal yang lebih syar’i, semisal melakukan taaruf.

Pacaran terbaik adalah pacaran setelah menikah

Pacaran setelah menikah

Islam adalah agama yang sempurna dan islam juga menghadirkan hubungan yang sempurna yang para pengikutnya, hubungan suci didalam islam bahwa sang lawan jenis sudah sah atau lebih sering disebut dengan pernikahan. Sejatinya, pernikahan yang benar bukanlah pernikahn yang diawali dengan pacaran, melainkan saling mengenal dengan berbagai aturan masih terjalankan didalamnya. Melalui pernikahanlah kalian akan menikmati indahnya cinta yang hakiki dari Alloh, hal ini sangat berbeda dengan berpacaran. Pernikahan tanpa berpacaran akan menjadikan hubungan kalian dengannya semakin barokah tak takut bosan atapun dia tiba tiba pergi meninggalkan kalian. Tetap mendekatkan diri kepada Alloh, otomatis kalian pun akan semakin dekat dengan dia.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply