Tanggung Jawab Seorang Ayah Kepada Anaknya

Posted on

Anak adalah anugrah dan juga ujian untuk pasangan suami istri dan tugas sebagai seorang suami ketika sudah dikaruniai seorang anak akan menjadi tanggung jawab yang bertambah dan juga kewajibannya sebagai seorang ayah. Kedudukan sebagai seorang ayah memang sebagai pemimpin keluarga tidak hanya terpusat pada perannya saja tapi juga dalam hal menafkahi keluarga, tetapi lebih dari itu. Untuk seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah atas semua tindak tanduk dan juga hasil dari kepemimpinannya, dalam hal ini ialah kepemimpinan keluarga yaitu dalam mempimpin istri dan juga anak-anaknya.

Tanggung Jawab Seorang Ayah

Untuk menjadi seorang ayah memiliki tanggung jawab terhadap anaknya, tidak hanya mendampingi perkembangan dan pertumbuhannya saja. Namun, ada juga beberapa hal yang ada di bawah ini yang akan saya uraikan. Yuk, langsung aja di simak!

Mampu memberi nama yang baik untuk anak-anaknya

Memberi nama pada seorang anak adalah salah satu hak dan juga kewajiban pertama untuk seorang ayah. Sedangkan dalam agama islam, untuk pemberian nama itu haruslah mengandung arti yang baik dan juga agung. Kerena Rasulullah pernah bersabda “nanti pada hari kiamat setiap manusia akan dipanggil dengan menggunakan namanya masing-masing, dan juga nama orangtuanya”. Maka dari itu, pemberian dalam sebuah nama pada seorang anak haruslah mengandung makan yang baik, indah dan ada makna yang akan merendahkan atau bahkan menghinakan sang anak.

Tanamkanlah keimanan tauhid dan ahlak

Awal dari pendidikan seorang anak ialah berada dalam lingkungan keluarga/ lingkungan rumah dan yang akan berperan sebagai guru pertamnya bagi mereka ialah ayah dan ibu. Kedua orang tua akan memiliki porsi yang sama dalam perannya mendidik anak agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam agama islam, seorang anak selain untuk penerus keturunan dari suatu kaum muslin juga sebagai penerus mereka dalam hal keimanan dan juga ketakwaan pada sang penciptanya, yaitu Allah SWT. Sedangkan dalam keimanan dan ketakwaan tidak akan muncul dengan begitu saja tanpa ada pola asuh dan juga didikan pada seorang anak. Ayah dalam hal yang seperti ini akan menjadi kunci utama dalam hal penanaman keimanan dan ketakwaan bagi mereka. Seorang ayah memiliki tanggung jawab mengajarkan anak mereka tentang kepada siapa mereka harus menyembah, mangabdi dan juga beriman. Seperti halnya beberapa contoh yang sudah Allah berikan kepada para umatnya melalui para nabi yang terdahulu, salah satunya adalah yang ada pada cerita nabi Ibrahim dan nabi Ismai dalam mengikuti dan tunduh dengan segala perintah Allah, dengan diri yang berserah ketika nabi Inrahum diperintahkan untuk menyembelih anaknya yang begitu diidamkan dan dikasihi olehnya, yaitu Ismail. Begitu juga dengan Ismail yang tunduk pada perintah ayahnya dan yakin dengan perintah yang sudah diberikan oleh Allah kepada ayahnya. Rasa kesabaran dan keimanan dari kedua ayah dan juga anak tersebut pada akhirnya di ganti oleh Allah dengan hewan seekor kambing yang kemudian akan disembelih.

Bisa menyekolahkan dan membentuk cara berpikir seorang anak

Ada juga sebagian dari orang tua yang akan menyekolahkan anaknya dengan pertimbangan sekolah yang favorit, dengan alasan ekonomis, mudah dijangkau atau yang lain sebagainya. Dimana pun orangtua menyekolahkan anaknya, yang menjadi hal penting adalah sekolah termasuk lingkungan yang ada di sekitar bisa membuat anak menjadi pribadi yang baik, yang tidak hanya berkembang dalam cara berpikirnya secara intelektual saja tapi juga dengan tetap terjaga ahlak dan kepribadiannya. Karena dengan alasan sekolah yang sudah berkualitas, lalu kita akan menyekolahkan anak kita ke sekolah yang berbasis non islam. Anak akan lebih menghabiskan waktunya dengan bermain, bersosialisai dilingkungan sekolah, sebab menyekolahkan anak dengan basis non islam. Yang menjadi rasa khawatir adalah mentalitas anak bisa terbawa oleh lingkungan dan yang menjadi lebih parah akan membuat mereka menjadi oribadi yang hedonis bahkan bisa menjadi murtad.

Menjadi teladan yang baik untuk anak-anaknya

Mendidik anak bukanlah sekedar memberi perintah atau sebuah aturan. Anak pun juga tidak akan mengikuti dan memaknai apa yang telah dikatakan orang tuanya, jika mereka sendiri tidak pernaj mengamalkan dengan suatu amalan. Misalnya saja, tidak mungkin kita akan menyuruh anak untuk rajin sholat tetapi orangtua sendiri sholatnya tidak rajin. Akan menjadi lebih bermakna lagi ketika orangtua mendidik anak dengan memberi teladan atau contoh yang baik. Anak akan belajar untuk menirukan apa yang sedang dilakukan orangtua dan mereka akan menerapkan hal yang sama dengan keturunannya.

Gravatar Image
Saya memiliki imajinasi yang cukup tinggi dan saya memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha muda. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu.

Leave a Reply