Sungguh Aku Berdo’a, Semoga Takdir Membawamu Menjadi Takdirku

Posted on

Aku berdoa, semoga esok hari ketika aku bangun tidur yang kutangkap oleh mataku ialah matamu dan ketika kuselipkan tanganku dibawah bantal, akan kutemukan jemarimu sedang tergeletak disana.

Aku bayangkan, jika nanti aku hidup menua berdua bersamamu. Serumah untuk kita berdua, saling berbagi bantal dan selalu menghadirkan seribu cerita berdua. Kita jalankan takdir kita bersama, ku hiasi takdirku dengan senyuman yang tergambar sebab hadirnya senyummu. Nanti ketika kita semakin dewasa, pasti semakin banyak masalah yang seharusnya kita hadapi bersama. Sebuah senyum pemahaman yang baru kurasakan di dunia ini, semua ini hadir tepat diwajahmu. Saat itulah baru aku tau, bahwa hidup yang indah bukanlah hidup yang penuh dengan kencan manis dan panggilan sayang saja, melainkan sebuah waktu dimana dia mengucapkan sebuah janji manis untuk kelangsungan kita berdua.

Berjanjilah, suatu hari nanti akan kita rasakan aroma pagi yang khas dengan senyuman manis darimu dan sebuah kecupan sebagai penyemangat pagiku

Berjanjilah, kamu yang akan kulihat pertama kali saat bangun tidur

Kuharap hari itu segera tiba, ketika aku dan kamu meringkuh berdua dibawah naungan pagi yang sangat indah. Selimut yang masih terbentang lagi diatas ranjang, sesekali kurasakan hangatnya nafasmu yang meringkuk didekatku, sekuat tenaga aku menahan tubuhku untuk tak bergerak dengan keras. Sebab, masih ingin kunikmati mata ini melihat tidurmu yang sangat pulas. Kita akan sama sama tertawa melihat bagaimana wajah kita yang bangun dari tidur malam, kulihat rambutmu yang berantakan dan wajahmu yang sangat masih kesat. Yah, inilah cinta. Tak peduli sejelek apapun wajah kita nanti, asalkan peluk dan cium masih kau hadirkan didalam pagiku yang mampu membangkitkan semangatku dipagi hari.

Bukanlah hidup menjadi mudah tapi hidup yang selalu bersama dan tak pernah sendiri

Bukanlah hidup menjadi mudah melainkan hidup tak pernah sendiri

Memang, walaupun kita bersama bukan berarti hidup kita menjadi semakin mudah dan tak membutuhkan sebuah kata perjuangan lagi. Melainkan dengan berdua semua akan terasa mudah, kita yang saling melengkapi menjadikan takdir hidup kita menjadi semakin berarti. Kamu yang senantiasi bekerja sampai tak tau waktu dan aku yang berusaha untuk membantumu, walaupun kamu tak pernah menyetujui akan hal ini tapi aku tetap bersikeras untuk melakukannya asalkan tugasku sebagai ibu rumah tangga tak pernah terganggu aku akan tetap melakukannya. Sebab, ini sangatlah menyenangkan bisa meringankan beban pikiran orang yang sangat aku sayangi, iya kan?

Kujadikan dadamu sebagai sandaranku, kujadikannya sebagai pelampiasan setelah kuhadapi dunia yang begitu kejam ini

Biarlah kujadikan dadamu sebagai sandaranku

Kita bukanlah manusia yang lemah, sebab aku tau bahwa kamu sangatlah kuat dan lebih tepatnya akulah yang sangatlah lemah. Pasti dunia sudah tau akan hal ini dan perlu kamu tau dimanalah tempat untukku pulang setelah kuarungi beratnya dagu ini untuk kembali merangkak keatas. Sadarilah bahwa kehadiranmu menjadikanku lebih kuat dari biasanya, kamu yang selalu menguatkanku dengan dadamu yang sangatlah nyaman untuk kujadikan tempat pulang. Kau genggam tanganku untuk menyakinkan bahwa aku bisa melewati dunia ini sebab kita memang ditakdirkan bersama untuk saling menguatkan.

Disepertiga malam ku sebut namamu, ku panjatkan doaku “ semoga memang kamulah takdirnya “

Semoga memang kamulah takdirnya

Hidup butuh proses, tak mungkin semuanya akan berubah hanya dengan sekejap mata. aku yang selalu berdoa dan berharap, semoga masih hadir senja indah untuk kita nikmati berdua, kan kujadikan dirimu sebagai pasangan hidupku melalui doaku ini. semoga, dunia cukup besar hati untuk kita berdua. Kuharap memang takdir menyeretmu menjadi pelaku didalam kehidupanku.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply