Ketika Sahabat menjadi Pengkhianat

Posted on

Bisa tidak kita membedakan mana kawan mana lawan?

Berawal dari perkenalan kita menjadi teman. Semakin akrab sehigga dianggap sebagai saudara. Melihat sudut pandang masing-masing terutama tentang kehidupan yang dijalani. Saat sebuah perkara menghantam kepolosan dan keluguan seseorang. Ketika kemunafikan mulai bermain dan fitnah mulai beradu. Ketika semua opini menjadi benar. Seketika itu manusia dihadapkan oleh dua pilihan, sebagai orang yang BENAR atau sebagai orang yang SALAH. Dan faktanya kini kedudukan yang mereka punya yang biasa disebut tahta atau jabatan apapun itu mejadi hal yang ditakuti bagi orang yang tak berdaya. Apa yang harus dilakukan?

Orang yang ditakdirkan tinggal di lingkungan dan kehidupan yang tak dinginkan, yang penuh dengan ketidak pastian, semua yang tak sesuai dengan harapan. Ini bukan masalah materi ataupun politik, melainkan hanya masalah sosial. Ketika menganggap seorang kawan sebagai sahabat. Ternyata pernyataan yang selama ini dibuat adalah omong kosong. Seiring berjalannya waktu watak asli seseorang akan terlihat. Saat kawan menusuk dari belakang secara perlahan sehingga membuatmu tunduk. Yang memanfaatkanmu bahkan menjadikanmu bagaikan hewan peliharaannya. Mungkin mereka iri denganmu dan ingin mendapat perhatian sepertimu. Jikalau sifat hangatnya tiba-tiba berubah menjadi api yang haus akan kayu bakar dan siap melenyapkanmu. Berlarilah sekancang-kencangnya, selelah kakimu berlari, menjauhlah darinya.

Siapa kawanmu sekarang? Adakah dia disetiap keadaanmu yang selalu memberi dukungan, bahkan saat kamu susah sekalipun. Seberapa lama dia mau bertahan untuk sahabatnya sendiri.

Mintalah kawan yang baik pada Allah. Ya Allah, berikanlah aku kawan yang selalu ada dikala aku suka dan dikala aku duka. Yang selalu ada di stiap tangisanku dan juga tertawaku. Yang selalu ada dikala aku perlu dan setia menemaniku. Yang memegang erat tanganku di saat aku jatuh. Jika kini Allah  sudah memberi, bersyukurlah pada Allah.

Ya Allah terimaksih Engkau telah memberiku kawan yang baik. Dialah yang selalu menemaniku dan setia mendengarkan kisah pahit dan manis dalam hidupku. Dialah yang selalu di situ untuk setia menungguku. Dialah yang saat ini menjadi sahabatku. Dia selalu ada dikala aku jatuh dan selalu ada di setiap bangunku. Dia yang terus menemaniku tanpa rasa jenuh. Dia selalu ada di setiap tawaku di kala bahagia. Ketika aku butuh dia, dia selalu ada. Jadikan dia sahabatku selamanya.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply