Akibat Berburuk Sangka

Posted on

Kita sebagai manusia tidak bisa selalu berpikir lurus atau positif terhadap orang lain. Terkadang, kita juga pernah ada pikiran negatif terhadap orang lain atau biasa disebut su’udzon. Di saat kita mempunyai perasaan yang tidak baik terhadap orang lain sehingga bisa membuat kita menjadi berburuk sangka terhadap orang tersebut. Mungkin setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda untuk menjadikan buruk sangka seperti karena cemburu, iri, syirik atau tidak senang melihat orang lain bahagia. Melihat keberhasilan orang lain seolah-olah bisa membuat perasaan kamu menjadi tidak suka dengan orang tersebut.

Namun, yang harus kamu tahu adalah berburuk sangka juga bisa menjadikan penyakit hati. Selain mengganggu secara psikologi atau perasaan dan individu dengan masyarakat sosial bahkan bisa menjurus ke sifat munafik. Su’udzon atau buruk sangka dapat muncul karena sikap diri sendiri yang belum bisa mengakui keberhasilan orang lain. Mungkin hatimu belum bisa menerima kesuksesan orang lain dan belum rela melihat kebahagiaan orang lain. Berikut ini adalah bahayanya yang akan diterima akibat berburuk sangka kepada orang lain.

  1. Bisa Mengganggu Kesehatan Mental dan Jiwa
Bisa Mengganggu Kesehatan Mental dan Jiwa

Jika seseorang masih suka mencari-cari kesalahan orang lain dan juga kelemahannya. Selama itu pikirannya akan selalu diselimuti hal-hal yang negative. Selain itu dirinya juga bisa menjadi tidak maju dalam berprestasi. Karena mental dan jiwanya sudah terganggu dengan pikiran yang negatif. Sikap berburuk sangka yang berlebihan juga bisa menimbulkan penyakit hati seperti dendam yang pada akhirnya bisa merusak diri sendiri.

  1. Menjadikan Diri Tidak Produktif
Menjadikan Diri Tidak Produktif

Dari pengalaman seseorang juga bisa menunjukkan bahwa prasangka buruk itu hanya menjadikan diri seseorang tidak produktif lagi. Dirinya akan menjadi malas dan lebih sering mengandalkan perasaan untuk membela diri yang sebetulnya tidak perlu dilakukan.

  1. Susah Untuk Bahagia
Susah Untuk Bahagia

Jika perasaan seseorang sedang buruk sehingga menjadikannya menjadi berburuk sangka terhadap orang lain bisa dipastikan dirinya akan menjadi sulit untuk merasakan bahagia. Jangan mengembangkan prasangka buruk terhadap orang lain apalagi terhadap orang-orang yang ada disekitar seperti tetangga atau bahkan tetangga sendiri. Karena setelah perasaan yang diselimuti prasangka buruk akan berlanjut ke perasaan iri dan dengki.

  1. Menjadikan Penyakit
Menjadikan Penyakit

Memiliki prasangka yang buruk terhadap orang lain juga dapat menjadikan seseorang sakit secara fisik. Mungkin kamu juga harus percaya hal ini karena telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam sebuah study yang ada di Amerika Serikat, pernyataan dalam sebuah penelitian bahwa seseorang yang hanya fokus pada pikiran tentang masa-masa lalunya yang menyedihkan bisa menjadikan kekebalan tubuhya semakin melemah. Selain kondisi fisik yang melemah secara signifikan, depresi juga berhubungan dengan hal ini dan ini adalah hal yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh seseorang tersebut.

  1. Bersikap Pengecut
Bersikap Pengecut

Inilah sikap yang cenderung membuat semangat hidup seseorang menjadi lemah untuk berkompetisi. Dan pada akhirnya dapat menimbulkan sikap yang takut dan pengecut dalam diri seseorang. Sikap yang suka berburuk sangka menandakan bahwa dirinya itu pengecut. Karena setiap diri seseorang ingin maju harus mau menerima konsekuensi dengan beberapa rintangan dan hambatan. Seseorang juga harus bisa melaluinya dengan cara yang benar, tapi tidak dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain supaya dirinya tetap dianggap yang paling benar.

Itulah beberapa akibat yang akan didapat oleh seseorang yang masih suka berburuk sangka terhadap orang lain. Kesimpulannya adalah tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk menjadi sukses. Jangan susah melihat orang lain bahagia.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply