8 Dampak Buruk Perceraian Terhadap Anak

Dampak Buruk Perceraian Orang Tua Terhadap Anak

Posted on

Siapa yang menginginkan perceraian terjadi. Perceraian adalah masalah rumah tangga yang paling serius. Perceraian juga menjadi jalan terakhir yang harus dipilih oleh sepasang suami istri karena tidak mampu mempertahankan ikatan pernikahan. Mungkin, perceraian dipilih oleh kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah. Tapi, dampak yang akan diterima oleh pihak anak akan berpengaruh buruk. Pikirkan dampak buruknya dulu untuk pihak lain dalam keluarga itu sendiri terutama masa depan anak. Lalu apa saja dampak perceraian terhadap anak?

  1. Tekanan Psikologis

Inilah pengaruh yang pertama pada anak akibat perceraian orang tuanya. Tentu saja hal ini memuat kondisi anak anak menjadi tertekan apalagi mentalnya. Anak bisa saja sebenarnya tidak terima dan akhirnya merasa down, sedih, stress, gelisah bahkan sampai sakit. Sehingga semua hal yang ada pada anak menjadi terganggu.

  1. Minder dan Kurang Percaya Diri

Mungkin anak juga akan merasa minder di lingkungannya dan menjadi kurang percaya diri untuk bergaul karena takut ditanya dan menjadi bahan bicara orang lain. Anak menjadi pribadi yang pendiam dan mengabaikan sekitarnya. Dia lebih memilih menghabiskan waktu sendiri akibat tekanan batin dalam hatinya.

  1. Berperilaku Kasar

Ingatlah kalau sebuah pertengkaran itu selalu identik denagn perilaku yang kasar, apalagi kalau pertengkaran antara suami dan istri terlihat oleh anak. Apa yang akan mereka pikirkan tentang orang tuanya? Mungkin karena mereka pernah melihat hal yang tidak baik seperti itu, mereka jadi ikut berperilaku kasar seperti membantah misalnya. Dan yang paling kacau dari perilaku nekadnya adalah memberontak. Bukan orang tua saja yang mereka bantah bahkan orang-orang yang ada di sekitarnya pun ikut dibantahya.

  1. Jarang Pulang ke Rumah

Kebanyakan anak yang menjadi korban perceraian akan cenderung malas dan tidak betah berada di rumah. Mereka akan lebih memilih keluar dari rumah mencari kesenangan dan lebih sedikit waktu saat berada di rumah. Baik jika mereka pergi tempat yang positif, namun kebanyakan anak jaman sekarang kalau stress lebih memilih ke bar.

  1. Pergaulan Bebas

Melupakan masalahnya yang ada di rumah. Biasanya anak menjadi sedikit jauh dengan orang tuanya. Dia akan mencari teman baru yang dianggapnya lebig menyenangkan. Keadaan yang memaksanya untuk mendapatkan kesenangan dan hiburan baru. Selain menjadi korban percaraian dia juga menjadi korban pergaulan bebas. Ini juga bukan keinginan dia apalagi krluarganya, namun sulit baginya untuk menghindari itu semua.

  1. Kehidupan Anak Menjadi Kacau

Yang dibutuhkan oleh anak sebenarnya adalah perhatian dan kasih sayang orang tua dan keluarganya. Karena hanya mereka orang yang selalu menerimanya dan percaya dengandia. Perceraian memang akan mengurangi kepercayaan anak terhadap orang tua dan orang sekitarnya, dia akan menjadi tidak mudah percaya lagi, dia menjadi merasa hidupnya menjadi kacau. Biasanya ditandai dengan menurunnya prestasi anak di sekolah menjadi tidak semangat lagi untuk menggapai cita-citanya.

  1. Trauma Berkepanjangan

Selain kondisinya yang menjadi down, akibat perceraian juga menjadikan anak trauma yang berkepanjangan. Trauma ini manjadi penghalang bagi anak termasuk dalah hal percintaan. Dia menjadi berpikir negatif dan takut jika hubungannya berakhir seperti orang tuanya. Ini juga menjadikan anak tidak ingin segera menikah. Dia mengharuskan dirinya untuk berpikir lebih panjang lagi.

  1. Betindak Melewati Batas

Apa yang Anda pikirkan sebagai orang tua dampak terburuk akibat perceraian? Dampaknya adalah bukan hanya sikapnya yang menjadi kasar tapi tindakanna yang melewati batas karena tidak terkendali lagi. Sebenarnya dia bingung harus menempatkan dirinya bagaimana dan sulit untuk mengungkapkan kemauannya dari mana. Maka dia jadi bertindak kelewatan seperti brutal sampai bertindak kriminal.

Gravatar Image
Orang yang tidak pernah menyangka dirinya bisa masuk jurusan multimedia di sebuah SMK. Karena itu bukan tujuan saya selanjutnya setelah lulus SMP. SMA adalah tujuan selanjutnya, tapi SMK akan menjadi sekolah terakhir saya. Dan saya yakin kesuksesan seseorang itu didapat dari kerja keras dan do'anya. SMA atau SMK bukanlah masalah. Tiada hasil yang mengkhianati usahanya.

Leave a Reply