cinta
Waktu Bersamamu Bagai Kilat Cahaya

Penantian Yang Kini Kita Harus Menjalani Hari Di Mana Diri Ini Tak Bisa Diajak Kompromi

Posted on

Teruntukmu yang kini sedang berperang dengan jarak. Mungkin bagimu sebuah perpisahan terasa akan begitu nyata. Seolah diri ini hanya diizinkan untuk bersama pasangan dalam beberapa kurun waktu tertentu saja. Dan dikemudian hari atau dilain waktu kita harus merelakan jemari-jemarinya terlepas dari genggaman kita.

Ketika kita harus berjuang dan bertahan dengan jarak ini tentunya akan merasa sedih disaat perpisahan yang terasa semakin mendekat. Atau bahkan disaat pertemuan yang seolah akan di depan mata dan saat itulah rasa cemas semakin muncul dalam hatiku.

Dalam penantian yang lama untuk harus bertemu denganmu lagi dan jeda waktu yang terus memisahkan kita. Dan kita pun tak bisa terus menyalahkan jarak. Nomor yang akan tetap sama dan satu terus kita gunakan untuk saling berkomunikasi agar ribuan kilometer itu tak bisa memisahkan hubungan antara aku dan dia. Kulakukan semua ini hanya untuk membunuh waktu yang terus berdatangan padaku. Karena waktu itulah yang seolah membuatku berfikir bahwa dia adalah musuh terbesarku. Dan untuk menantimu aku membutuhkan sebuah proses seperti.

1. Sebuah Kesabaran Untuk Menanti Suatu Pertemuan.

sabar
Sabar Menanti Pertemuan Kita

Kamu yang saat ini tengah dipisahkan oleh ribuan kilometer, bagimu mungkin penantian untuk salin bertemu adalah hal yang tak ingin kamu lewati. Seakan bagimu waktu yang melambat berkali-kali lipat yang tak seperti biasanya. Bahkan untuk menunggu hari esok saja terasa lebih dari 24 jam. Menu akhir pekan pun rasanya seperti menuggu satu bulan. Dan terkadang lebih sering merasakan watu tak bergerak sama sekali.

Rindu yang selalu menyelimuti diri tak pernah terhitung berapa jumlahnya. Dan ketika aku menantimu sama halnya dengan sebuah perjuangan keras yang membutuhkan proses disetiap waktunya. Perasaan yang selalu bergejolak untuk selalu bertemu dengannya dalam penantian yang lama agar bisa memandang parasnya lagi setelah sekian lama.

2. Menantikan Sebuah Pertemuan Di mana Diri Tak Bisa Diajak Kompromi.

pertemuan
Diri Yang Tak Bisa Diajak Kompromi

Semua bentuk kecemasan yang selalu muncul dalam hatiku dan dengan mudahnya kecemasan itu selalu merajai pikiranku bahkan sebelumnya tak pernah menjadikannya sebagai masalah. Aku bahkan tak percaya aku bisa berubah dan diluar kendali seperti kekhawatiran akan dirimu yang tak akan datang lagi padaku waktu dimana pertemuan kita yang sudah terencana sebelumnya.

Hari yang harus kujalani dimana otak tak bisa lagi diajak kompromi lagi. Terasa ingin mempercepat waktu sehingga aku bisa bertemu denganmu lebih cepat lagi.

3. Bahkan Waktu Yang Kulalui Bersamanya Bagai Kilatan Cahaya.

cinta
Waktu Bersamamu Bagai Kilat Cahaya

Kesabaran yang ada di hatiku akhirnya terbayarkan ketika aku bertemu denganmu tapi anehnya ketika waktu yang kulalui bersamamu rasanya begitu cepat. Bahkan kecepatannya mengalahkan kilatan cahaya, seperti dirimu yang datang dengan sangat lama namun kamu tiba-tiba menghilang begitu saja.

Momen-momen bersamanya adalah yang sangat berharga bahkan disetiap detiknya. Sehingga menjadikanku tak ingin kehilangannya disetiap bagiannya. Tak ada yang menggantikan hariku bersamanya terasa bahagia karena bersamanya selalu banyak cerita yang kita perbincangkan di tanah perantauan kita. Meskipun terkadang aku dan dia tak banyak yang terucap namun aku masih merasa bersyukur karena ada dirinya di sampingku.

4. Sentuhan Tangannya Masih Saja Terasa, Namun Perpisahan Ini Sudah Siap Menuggu.

seujung kuku
Sentuhan Tangannya Masih Terasa

Untuk kesekian kalinya perasaan cemas dan khawatir akan segera datang dan menghantui pikiranku. Disaat sentuhan tangannya masih terasa, akan tetapi akan ada perpisahan yang sudah siap menunggu. Rasa sedih yang akan kerap muncul karena terlalu seringnya perpisahan terjadi.

Namun disaat detik-detik kita akan kembali ke tanah perantauan bukannya untuk meminta dirinya tetap berada disisiku tapi malah bersikap sok tegar dan kuat. Akan tetapi selau kuingatkan pada dirinya dan diriku untuk selalu menjaga diri ketika berada disana dan lebih kuatlah. Karena aku tahu itu akan lebih baik daripada membuat alasan memintanya untuk tetap disisiku.

Gravatar Image
Saya hanyalah perempuan BIASA yang jauh dari kata SEMPURNA, tapi saya tidak akan membuat hidup saya menjadi biasa-biasa saja yang jauh dari kata sempurna. Saya akan membuat perjalanan hidup saya menjadi LUAR BIASA dan menjadikannya terlihat SEMPURNA.

Leave a Reply