Mengapa Cinta Ini Tetap Hadir? Ketika Takdir Tak Mampu Menyatukan Kita

Posted on

Percaya atau tidak bahwa kamu telah membuat senja menjadi cemburu padamu, keistimewaanmu yang mengalahkan senja telah membuat kehadiranmu terasa samar bagiku, entah karena aku yang sangat mencintaimu atau aku yang terlalu membenci kesemuan senja atau mungkin saja karena aku adalah seorang penikmat kopi. Tapi percayalah, sepahit apapun kopi yang akan aku seduh nanti takkan dapat mengalahkan pahitnya perjuanganku untuk menjadikanmu nyata dalam kehidupanku.

Sungguh aku tak tau apa yang sedang kurasakan sekarang, mungkinkah ini yang dinamakan jatuh cinta. Bagaimana ini? Apakah kamu juga merasakan hal yang sedang aku rasakan sekarang, mengertilah bahwa aku sudah mencoba untuk menghilangkan rasa ini yang tiba tiba datang tanpa alasan padaku, sudah kucoba beberapa kali bahkan bersusah payah aku menghilangkannya. Tapi apalah dayaku, rasa ini tetap tertata rapi didalam hatiku.

Mengapa cinta ini tetap hadir? ketika takdir tak mampu menyatukan kita

Aku tak terlalu tau akan rasa ini, entah benar ataukah salah, justru aku sekarang menjadi tak perduli akan kediaman rasa ini, yang aku tau hanyalah rasa cinta yang sedemikian ini besarnya sudah tercipta untukmu. Cobalah untuk berpikir, bahwa aku sangat mencintaimu melebihi cintanya para penikmat kopi di setiap seduhan terakhir kopinya, sampai fajar menghilang kemanapun aku masih ada disini untukmu.

Percayalah, bahwa dirimu sangat berharga bagiku, tak perduli sesempurna apapun kamu dan seburuk apapun kejelekanmu. Kamu tetaplah yang teristimewa, bahkan kamu mampu mengalahkan indahnya senja di dunia ini, ingatlah bukan maksutku membandingkanmu dengan keindahan senja didunia ini, bukan maksut lidahku menyatakan bahwa kamu yang paling istimewa bagiku, tapi jika itu sudah menjadi kenyataan, lalu bisa apa aku?

Aku tak pernah paham mengapa aku sering terasa bingung akhir akhir ini, lebih tepatnya sejak rasa itu datang padaku, sulit kutemukan jati diriku sendiri justru yang kutemui adalah kebodohanku yang telah memilih untuk mencintaimu. Bukan salahmu menjadi istimewa dimataku, mungkin ini salahku yang telah terlanjur mencintaimu sedalam ini. Entah, mengapa aku selalu merasa bersalah ketika rasa sayang ini datang tertuju untukmu, seolah olah mencintaimu adalah sebuah kesalahan terbesar yang pernah aku perbuat. Lalu, jika mencintaimu itu salah kepada siapa aku harus meminta maaf? Kepadamu yang tak pernah salah dan tak belum tau apa apa akan rasa yang telah lama datang menghantuiku ini, dan seperti apa yang harus aku perbuat agar aku dimaafkan? Kemudian aku bawa kemana dosaku ini yang telah lama mencintaimu tanpa sepengetahuanmu?

Namun apalah dayaku ini, semakin hari semakin sering ku menemuimu dan semakin nyaman pula aku berada disampingku. Sungguh aku sangat nyaman seperti ini, pastinya semua ini karena kehadiranmu yang selalu ada disisiku, layaknya bulan yang menemani indahnya malamku, tanpa sengaja kau telah menjadikanku tenang dan nyaman mengalahkan kenyamananku menjadi seorang penikmat kopi selama ini.

Mungkin selama ini kita akan tetap seperti ini, sampai kamu benar benar menyadari bahwa perasaanku melebihi perasaanmu padaku. Wajar saja bila nanti penikmat kopi tak akan menikmati kopinya lagi. Yah, tepatnya semua ini karena kesalahanku yang telah menjadikanmu istimewa, akan tiba waktunya dimana kamu tak akan menyeduh kopimu lagi setelah kamu mampu menyadari semua yang semestinya kamu sadari, sepahit itukah kopi yang memang seharusnya kamu tinggalkan ketika dingin menjalari seduhan terakhir kopimu itu? Sudah aku ketahui, bahwa kopi yang dingin ini memang pantas untuk kamu tinggalkan sia sia, sepertiku bukan?

Perlu kamu tau seperti apa rumah yang selalu kujadikan tempatku untuk pulang, sebelum akhirnya kujadikan hatimu sebagai tempat terindah untukku. Kedai kopi, percaya atau tidak namun memang benar inilah kenyataan hidupku selama ini. Sadarilah, bahwa kamu adalah seseorang terhebat yang baru aku jumpai selama ini, sungguh hebatnya kamu yang mampu merebut kedudukan kopi yang dulu pernah kujadikan teristimewa layaknya kedudukanmu yang sekarang baru kamu sadari ini. Biarkan takdir menjawabnya, tak peduli sepahit apapun itu aku akan tetap melebur kesalahanku yang telah mencintaimu selama ini. Biarkan aku yang sudah tak mengagumi kopi lagi, perlu kamu tau walaupun aku tak sebahagia dirimu disana, setidaknya aku pernah berjuang walaupun aku tau bahwa takdirku telah mengalahkan pahitnya seduhan kopiku, bahwa takdir tak mampu menyatukan kita.

Gravatar Image
Paling suka berimajinasi, hobinya membaca. Nggak suka terlalu serius, lebih suka yang pasti. Selalu berusaha agar bisa memberi mahkota untuk mama & abah nanti.

Leave a Reply